Artikel

Tahukah anda ?
Bahwa popok sekali pakai (pospak) yang sering kita pakaikan pada buah hati kita
dan pembalut sekali pakai yang sering kita gunakan mengandung zat kimia
berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.

Apakah anda masih mau menggunakannya?
Mari kita selamatkan diri dan anak kita dengan beralih ke yang alami.....
Popok kain modern, celana penyerap pipis dan pembalut kain reusable
adalah solusinya

APA SIH CLOTHDIAPER ITU?

Cloth diaper (clodi) merupakan popok kain, namun kini telah didesain secara modern sehingga memiliki fungsi yang sama dengan disposable diaper (popok sekali pakai).bedanya CLOTHDIAPER ITU.....1.Lebih AMAN Ada beberapa fakta mengenai bahan berbahaya yang terkandung dalam disposable diapers•Dioxin: Menurut EPA (Environmental Protection Agency), dioxin merupakan bahan kimia yang sangat toksik penyebab kanker, kelainan bawaan, kerusakan hati, kelainan genetik, & penyakit kulit.•Tributyl-tin (TBT): polutan toksik penyebab masalah hormonal pada manusia & hewan.•Sodium polyacrylate: bahan super absorbent (bahan penyerap) pada disposable diaper berkaitan dengan toxic shock syndrome.•Gel pada disposable diaper dapat menyerap kelembaban alami kulit si bayi sehingga menyebabkan iritasi dan kemungkinan terjadinya ruam popok lebih tinggi.Mengapa CLODI AMAN??? Clodi terbuat dari kain sehingga clodi jauh lebih aman dibandingkan dengan disposable diapers yang terbuat dari bahan kimia. Bahan kain yang digunakan untuk clodi merupakan bahan anti-bakteri sehingga penggunaannya juga nyaman bagi kulit bayi.2.Lebih EKONOMISClodi dapat dicuci ulang dan tentunya dapat diwariskan, itu berarti kita sudah berhemat dan berinvestasi jangka panjang.3.Ramah LingkunganDengan menggunakan clodi berarti kita sudah melakukan satu langkah kecil menyelamatkan bumi, yaitu mengurangi sampah popok.CLODI berfungsi SAMA DENGAN disposable diaper (popok sekali pakai) KOK BISA??Salah satu jenis clodi yang populer adalah pocket diapers. Clodi jenis ini terdiri dari 2 lapisan kain yang dijahit (inner dan outer), dan diantara keduanya terdapat kantong untuk memasukkan lapisan penyerap yang disebut insert. Bahan yang digunakan sebagai lapisan outer, inner, maupun insert sangat beragam. Sebagai contoh, bahan fleece, suede, dan bamboo sering digunakan sebagai inner; bahan PUL (Polyester Urethane Laminated), katun dan fleece sebagai outer; kemudian microfiber dan bamboo sebagai bahan untuk insert.Dan hebatnya, clodi ini tidak bocor dan berfungsi sama seperti disposable diapers selama insert masih mampu menampung pipis bayi. So, sangat aman dan nyaman dipakai walau baby sedang berada dalam perjalanan.CLODI bisa dipakai hingga usia 2 tahun dan dapat diwariskan??? Mmm..masa sich??Yup… Ukuran clodi yang dapat diatur sesuai berat badan dan ukuran paha bayi kita. Tentu saja bisa diwariskan.. kan clodi dapat dicuciulang. Sehingga, sangat penting untuk diperhatikan cara perawatannya agar clodi tetap berfungsi baik.Cara Perawatan Clothdiapers Petunjuk Pencucian :•Sebelum digunakan untuk pertama kalinya, lakukan pencucian pada cover diaper berserta insertnya sebanyak 3 kali jadi cuci-kering-cuci-kering-cuci-kering-pakai. Gunanya untuk melunturkan lapisan tekstil yang masih menempel.•Basically, clothdiapers manapun bisa dicuci dengan tangan maupun mesin cuci.•Jangan mencuci clothdiaper dengan air panas, terutama clothdiaper berbahan PUL.•Untuk pencucian, sebaiknya gunakan sabun cuci khusus bayi (bentuk powder lebih baik daripada liquid), yang penting perhatikan komposisi detergent, jangan yang mengandung pemutih,pelembut ataupun pewangi. Untuk pemakaian dengan detergen bubuk biasa gunakan takaran yang minimal.•Jangan diseterika.•Jangan dipakai bersama nappy cream karena lapisan dari nappy cream akan mengurangi daya serap clothdiaper.•Boleh menggunakan baking soda untuk pengganti pemutih.•Jika terkena puppi, sebaiknya langsung diganti semuanya, baik cover clothdiaper maupun insertnya.Cara mencuci yang baik :•Buang kotoran yang ada di diaper (dengan water flush) ke dalam toilet, sampai benar-benar tidak ada kotoran yang menempel.•Kucek sebentar dengan menggunakan air dingin sampai bersih (atau disikat dengan sikat gigi pelan-pelan), kemudian peras.•Rendam dengan air dingin , lalu cuci menggunakan air hangat (maksimal 30oC) menggunakan sedikit detergent.•Lalu bilas menggunakan air dingin.•Cuci lagi untuk kedua kalinya dengan air dingin (tanpa detergent), dan dikucek.•Kemudian bilas dengan air dingin. Peras pelan-pelan dan keringkan.Peremajaan Clothdiaper :•Sebulan sekali cucilah clothdiaper dengan sedikit sabun cuci piring atau tidak dengan menggunakan sabun sama sekali dengan air dingin.•Cucilah dengan mesin cuci berkecepatan rendah (seperti membilas biasa), selama beberapa menit., kemudian keringkan.Mudah kan... So... Kenapa harus ragu memakaikan Cloth diaper untuk buah hati kita tercinta..... Go Green yuks....

MENGAPA HARUS POPOK KAIN

Halo Bunda dan Ayah..
Masih ragu untuk beralih ke popok kain?
Berikut beberapa alasan yang bisa Ayah Bunda pertimbangkan:

1.Lebih Murah
Rata-rata bayi menggunakan popok sampai dengan masa belajar potty training (belajar menggunakan toilet) adalah 2 tahun.
Jika dalam sehari anak anda memakai 6 buah popok kain, dengan menggunakan harga pospak standar seharga @ Rp. 1500,- maka dalam sebulan anda harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 1500 x 6 x 365 hari = Rp. 3.285.000,- dalam satu tahun. Atau Rp. 6.570.000,- dalam dua tahun.
Atau jika anda menggunakan popok sekali pakai yang lebih berkualitas (asumsi harga @ Rp. 2500,- ) maka pengeluaran anda adalah Rp. 5.475.000,- dalam satu tahun atau Rp. 10.950.000,- dalam dua tahun.
Dengan popok kain, jika kita menggunakan produksi lokal yang tidak kalah kualitasnya dengan produksi luar negeri dengan harga @ Rp. 80.000,- dan asumsi jumlah kebutuhan popok kain sebanyak 20 buah, maka biaya awal yang harus kita keluarkan adalah sebesar Rp. 1.600.000,-
Asumsi biaya perawatan adalah sebagai berikut: daya mesin cuci 300 watt dengan waktu pencucian 1 hari adalah 1 jam, maka kwh nya adalah 0,3 kwh. Berdasarkan TDL (Tarif Daftar Listrik) bulan Juli 2010, tarif kelas rumah tangga yang termahal adalah RP. 891/kwh. Jadi biaya mencuci jika menggunakan mesin cuci adalah Rp. 268/hari atau Rp. 8.040/bulan.
Lalu jika asumsi penggunaan air sekali cuci adalah 100L (0,1 m3), diketahui tarif air Palyja (PAM Lyonnase Jaya) per awal 2009 adalah Rp. 1.050/m3, sehingga untuk sebagian wilayah Jakarta, biaya air adalah Rp. 105/hari atau Rp. 3.150/ bulan. Adapun pengeluaran deterjen (asumsi boros) sekitar Rp. 15.000/ bln. Jadi jika diperkirakan usia pemakaian popok selama dua tahun, maka biaya yang dikeluarkan adalah sebesar:
Rp.1.600.000,- + [ Rp. (8.040 + 3.150+ 15.000) x 24 bulan ] = Rp. 2.228.560,-
Jadi, bila kita bandingkan pengeluaran antara popok kain versus pospak = Rp. 2.228.560,- versus Rp. 6.570.000,-
2. Lebih Sehat
Pada pospak diketahui terdapat super absorbent polymer (gel penyerap) dan dioksin yang merupakan produk sampingan dari kertas atau tisu yang diputihkan. Sodium Polyacrylate sering dikaitkan dengan sindrom toxic shock dan reaksi alergi yang ternyata juga diketahui bersifat letal terhadap binatang. Pada proses pembuatannya, popok sekali pakai ini melibatkan banyak material kimia. Bahkan material pospak yang diklaim dengan istilah clothlike pun sebenarnya terbuat dari plastik. (Lebih jelasnya bisa cek di http://www.disposablediaper.net/faq.asp?1)
Sedangkan popok kain, walaupun tidak 100% menggunakan material kain, namun popok ini masih jauh lebih sehat karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia :)
3. Lebih Ramah Lingkungan
Popok kain dibuat dari material kapas dengan proses yang sederhana. Karena bahan popok ini adalah kain dan bisa dipakai ulang, penggunaan popok kain ini mengharuskan kita untuk membersihkan pup dan pipis si kecil yang menempel pada popok sehingga pup akan secara otomatis masuk ke saluran tinja.
Dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa satu bayi bisa menghabiskan 7000 buah popok sekali pakai dalam satu tahun. SATU BAYI!!!! dan popok itu menunggu selama 500 TAHUN untuk bisa terurai. Padahal ada jutaan bayi-bayi di seluruh dunia, dan selalu ada bayi-bayi baru yang datang tiap bulannya.
Sebenarnya masih bisa ditolerir jika kita menggunakan popok sekali pakai yang menjamin produknya biodegradable (terurai dengan mudah), lalu kita juga konsisten membersihkan pup sebelum pospaknya dibuang karena tinja yang masuk ke sumber air bersih dapat meracuni air atau jika perlu juga kita keluarkan isinya untuk membantu alam menguraikannya dengan lebih mudah, juga apabila sistem penanganan sampah kita sangat-sangat oke seperti di negara-negara maju sana. Sayangnya penanganan sampah kita masih belum se ok itu. Kesadaran tiap individu juga kurang bisa diandalkan. Banyak sampah pospak menggunung dan menggenang di sepanjang tepian sungai, menyumbat saluran air dan ujung-ujungnya bikin banjir :(
Jadi Ayah Bunda, calon Ayah Bunda dan semuanya....yuk yuk yuk.... mari kita pikirkan kembali apa yang terbaik buat buah hati kita, dan yang terpenting adalah buat lingkungan kita.. Karena perubahan terjadi dari hal-hal yang kecil, dari individu-individu yang bersatu, ibaratnya seperti sapu lidi: kalau cuma satu batang, hasilnya tidak akan se efektif jika 1000batang, 500 batang atau bahkan hanya 50 batang saja. Dan umpamanya batang-batang tersebut adalah diri kita yang menjadi sapu pembersih, bayangkan lingkungan baru yang akan kita dapatkan.
selamatkan bumi dimulai dari hal2 sepele yg begitu dekat disekitar kita.semangat go green!!

Keuntungan menggunakan popok kain dibanding dengan popok sekali pakai

Nyaman

Popok kain terbuat dari bahan yang berpori dan lembut untuk kulit bayi. Banyak popok kain memiliki lapisan yang membuat kulit bayi tetap kering. Tidak ada bahan plastik yang akan menggores kulit seperti pada popok sekali pakai pada umumnya.

Sehat

Bahan yang digunakan popok kain memungkinkan udara beredar lancar, selain memberikan rasa sejuk, juga mencegah ruam popok pada umumnya. Popok sekali pakai memiliki kandungan bahan kimia, kertas dan plastik yang telah dilaporkan dapat menimbulkan alergi dan masalah kesehatan pada kulit bayi. Popok kain lebih alami dan juga tersedia dalam bentuk serat organik yang kandungan bahan kimianya sangat minim.

Ramah Lingkungan

Banyak keluarga memilih popok kain dengan alasan lingkungan, yang mana mendukung sesuatu yg positif! Berbagai organisasi lingkungan hidup di berbagai belahan dunia mengkampanyekan penggunaan popok kain untuk mengurangi jumlah sampah dari penggunakan popok sekali pakai. Berdasarkan salah satu organisasi lingkungan hidup di Eropa, Women's Environmental Network, mereka melaporkan popok sekali pakai adalah sampah nomor 3 terbanyak di dunia. Popok sekali pakai membutuhkan 500 tahun untuk hancur. Satu bayi menggunakan popok sekali pakai menyumbang 1 ton sampah di lingkungan Anda yang menjadi limbah manusia dan akan terbawa ke tempat sampah di mana akan menjadi salah satu sumber penyebaran wabah penyakit.


Mudah Digunakan

Popok Kain saat ini sangat mudah digunakan. Penggunaannya sama seperti popok sekali pakai, yang mana dapat disesuaikan dengan ukuran pinggang dan paha bayi Anda. Popok Kain tersedia dalam berbagai ukuran untuk satu popok sehingga dapat memenuhi kebutuhan seluruh keluarga. Silakan baca mengenai jenis-jenis popok kain.


Fun and Cute

Sekali Anda mencobanya, Anda akan menyukainya! Terdapat berbagi jenis model, bahan, rancangan dan pernak pernik yang akan membuat Anda langsung jatuh hati. Popok kain sangat mudah disesuaikan dengan pakaian yang ada dengan berbagai aksesorisnya. Dengan atau tanpa pernak pernik yang ada, popok kain tetap lebih menyenangkan.


Ekonomis

Membeli Popok Kain pada awalnya memang lebih mahal, tetapi Anda akan berhemat banyak dalam jangka panjang. Tergantung jenis popok kain yang Anda pilih, Anda dapat berhemat 3-7juta Rupiah terhitung sejak bayi Anda lahir sampai dia terlatih ke toilet. Dengan menggunakan popok kain Anda menghemat pengeluaran setiap bayi Anda harus berganti popok. Sehingga kelebihan anggaran tersebut dapat Anda pergunakan untuk keperluan yang lain.
Tambahkan penjelasan
Keuntungan menggunakan popok kain dibanding dengan popok sekali pakai : Nyaman Popok kain terbuat dari bahan yang berpori dan lembut untuk kulit bayi. Banyak popok kain memiliki lapisan yang membuat kulit bayi tetap kering. Tidak ada bahan plastik yang akan menggores kulit seperti pada popok sekali pakai pada umumnya. Sehat Bahan yang digunakan popok kain memungkinkan udara beredar lancar, selain memberikan rasa sejuk, juga mencegah ruam popok pada umumnya. Popok sekali pakai memiliki kandungan bahan kimia, kertas dan plastik yang telah dilaporkan dapat menimbulkan alergi dan masalah kesehatan pada kulit bayi. Popok kain lebih alami dan juga tersedia dalam bentuk serat organik yang kandungan bahan kimianya sangat minim. Ramah Lingkungan Banyak keluarga memilih popok kain dengan alasan lingkungan, yang mana mendukung sesuatu yg positif! Berbagai organisasi lingkungan hidup di berbagai belahan dunia mengkampanyekan penggunaan popok kain untuk mengurangi jumlah sampah dari penggunakan popok sekali pakai. Berdasarkan salah satu organisasi lingkungan hidup di Eropa, Women's Environmental Network, mereka melaporkan popok sekali pakai adalah sampah nomor 3 terbanyak di dunia. Popok sekali pakai membutuhkan 500 tahun untuk hancur. Satu bayi menggunakan popok sekali pakai menyumbang 1 ton sampah di lingkungan Anda yang menjadi limbah manusia dan akan terbawa ke tempat sampah di mana akan menjadi salah satu sumber penyebaran wabah penyakit. Mudah Digunakan Popok Kain saat ini sangat mudah digunakan. Penggunaannya sama seperti popok sekali pakai, yang mana dapat disesuaikan dengan ukuran pinggang dan paha bayi Anda. Popok Kain tersedia dalam berbagai ukuran untuk satu popok sehingga dapat memenuhi kebutuhan seluruh keluarga. Silakan baca mengenai jenis-jenis popok kain. Fun and Cute Sekali Anda mencobanya, Anda akan menyukainya! Terdapat berbagi jenis model, bahan, rancangan dan pernak pernik yang akan membuat Anda langsung jatuh hati. Popok kain sangat mudah disesuaikan dengan pakaian yang ada dengan berbagai aksesorisnya. Dengan atau tanpa pernak pernik yang ada, popok kain tetap lebih menyenangkan. Ekonomis Membeli Popok Kain pada awalnya memang lebih mahal, tetapi Anda akan berhemat banyak dalam jangka panjang. Tergantung jenis popok kain yang Anda pilih, Anda dapat berhemat 3-7juta Rupiah terhitung sejak bayi Anda lahir sampai dia terlatih ke toilet. Dengan menggunakan popok kain Anda menghemat pengeluaran setiap bayi Anda harus berganti popok. Sehingga kelebihan anggaran tersebut dapat Anda pergunakan untuk keperluan yang lain.
.

YUK BERHITUNG BETAPA HEMATNYA PAKAI CLOTH DIAPERS...............

Mari kita hitung berapa Rp yang dihemat dengan menggunakan popok kain.

Newborn – 3bulan rata2 butuh 10 diapers/hari.

Total costs = 10 pcs x 30 hari x 3 bulan x Rp 1.600 = Rp 1.440.000,-

Usia 4 - 6 bulan rata2 butuh 8 diapers/hari.

Total costs = 8 pcs x 30 hari x 3 bulan x Rp 1.600 = Rp 1.152.000,-

Usia 7 - 30 bulan rata2 butuh 6 diapers/hari.

Total costs = 6 pcs x 30 hari x 24 bulan x Rp 1.600 = Rp 6.912.000

Total biaya yg dikeluarkan Rp 9.504.000,- utk seorang anak dr newborn sampe 30bln (potty traning) dan ini belum termasuk biaya pembelian cream untuk ruam popok. Dan uang yg telah anda keluarkan selama ini berakhir di tempat pembuangan sampah.

Mari kita bandingkan (Asumsi 1 Cloth diaper harganya Rp 260.000,-):

Untuk pemakaian full day dibutuhkan 10-12 cloth diaper dengan 12-18 inserts kurang lebih seharga Rp 3.500.000,-

Dapat dipakai sampai anak berusia kurang lebih 30 bulan. Dan dapat digunakan kembali untuk anak berikutnya. Anda telah menghemat Rp 6.000.000,- hampir 70%.

Bagi yang memakai disposables hanya malam hari rata-rata butuh 2 diaper/hari.

Total costs = 2 pcs x 30 hari x 30 bulan x Rp 1.600 = Rp 2.880.000,-

Dengan menggunakan cloth diapers cukup membeli 4 diaper dan 6 inserts hanya Rp 1.300.000,-. Anda telah menghemat Rp 1.530.000,- hampir 50%.

Sekali lagi tetap lebih hemat! Anda bisa bandingkan sendiri.

Berpikir untuk beralih ke cloth diaper??

Detergent yg aman dan Detergent yg tidak aman untuk mencuci cloth diaper

Berikut ini adalah laporan hasil survey deterjen di-pasar yang tidak aman dan yang 'sementara' aman untuk popok kain modern.


Pedoman: Mencari deterjen biodegradable ramah lingkungan yang biasa-biasa saja Tidak mengandung: bleach, enzym, softener, pencerah optik sinar matahari, pencerah warna pakaian


Hasilnya...

Deterjen yang tidak aman:
Rinso Matic 1kg 23450 (mengandung enzym) tidak aman
So Klin Bio matic 1kg Rp 19970 (mengandung enzym) tidak aman
So Klin softener 10970 (mengandung Softener) tidak aman
Deterjen Carefour enzym 1kg Rp 13200 (mengandung enzym) tidak aman
Surf Lime (mengandung Optical Brightener/Oxigen) tidak aman
Surf Putih (mengandung Optical Brightener/Oxigen) tidak aman
Rinso Colour and Care 800gr Rp 11290 (mengandung Optical Brightener) tidak aman
Rinso Molto Ultra Rp 12360 (mengandung Softener dan Enzym) tidak aman
Rinso anti noda(mengandung Enzym) tidak aman
Total Pelangi 900gr Rp 11700 (mengandung Optical Brightener) tidak aman
Total Putih 900gr Rp 9500 (mengandung Optical Brightener dan Softener) tidak aman
B29 Pink powder + softener 800gr RP 11740 (mengandung Softener) tidak aman
Bu Krim 5000 lemon 550gr Rp 4590, (mengandung Optical Brightener) tidak aman


Deterjen yang 'sementara' aman*:
Daia Bunga 900gr Rp 9000 (berhadiah mangkok), sementara aman
Daia Lemon 900gr Rp 9000 (berhadiah mangkok) , sementara aman
Attack Clean Maximiser 450gr Rp 8200, sementara aman
Attack Easy 700gr Rp 10890, sementara aman
Rinso Excel 1kg Rp 19900, sementara aman
B29 Water guard 1800gr Rp 18690, sementara aman
B29 Rose Rp 10690, sementara aman
Deterjen bubuk carefour 500gr Rp 3450, sementara aman
Viso 900gr Rp 9450, sementara aman
Deterjen BOOM putih 550gr Rp 4790, sementara aman


*Perhatian bahwa pabrik deterjen tidak memberikan info detail kandungan aktif dalam produk mereka dan seringkali merubah komposisi bahan aktif dalam produk mereka setiap saat, sehingga Bunda/Ayah perlu mengecek ulang kandungan aktif pada kemasan deterjen saat membeli.


rekomendasi: memakai Daia Lemon yang cuma Rp 9000/900gr, Sebungkus bisa untuk berminggu-minggu/2-3 bulanan karena satu kali cuci 8-10 popok hanya perlu 1 sendok teh peres deterjen.

semoga informasi ini bermanfaat dan mengurangi kebingungan para bunda mau milih deterjen apa.........^^


MAU YANG MANA??

POPOK SEKALI PAKAI
atau
POPOK KAIN (RE-USE DIAPERS)
Bingung pilih yang mana?
Pilihlah setelah info berikut ini
...
SIFAT POPOK SEKALI PAKAI :
1. Praktis
2. Tidak perlu dicuci
3. Sulit didaur ulang
4. Biaya yang tinggi. Membelinya tidak banyak tapi terus-menerus. Seorang anak dapat menggunakan 720-1080 popok sekali pakai. Jika rata-rata harga popok Rp 1600,- maka seorang anak butuh dana sekitar 1,15-1,73 juta untuk popok sekali pakai.
5. Mengandung zat kimia, seperti:
a.Dioksin (pemutih kertas), beracun dan persisten (menetap dalam tubuh) sehingga dapat menyebabkan kanker (The  Tampon Safely and research Act of 1999,H.R. 890, USA).
b. Tributyl Tin (TBT), beracun, menyebabkan gangguan hormon dan saraf serta kemandulan (Ginny Caldwell dalam artikelnya Diapers:Disposable or Cotton)
c. Tolune,xylene,ethylbenzene,styrene,isopropylbenzene menyebabkan iritasi mata, kulit, dan tenggorokan (The Archive of Environtmental Health,1999).

SIFAT POPOK KAIN (RE-USE DIAPERS)
1. Hemat biaya. Seorang anak rata-rata butuh 1-2 lusin pook kain. Jika per buah harganya Rp 20.000,- maka kebutuhan per anak kurang lebih 240.000-480.000.
2. Bisa dipakai kembali dan tahan lama, rata-rata dapat dipakai sampai 1-2 tahun.
3. Bisa didaur ulang
4. Menggunakan banyak air, detergen, dan listrik.
5. Lebih sehat, tidak mengandung zat kimia beracun.
6. Tiap 2-3 jam perlu diganti.

pilihan ada di anda, para ayah dan bunda....mau yang praktis tapi boros dan ga aman untuk kesehatan atau mau yang agak repot sedikit tapi ngirit dan sehat..???
semoga kita bisa menjadi orangtua yang bijak untuk kepentingan anak kita...happy clothdiapering..:)

ANTARA POPOK DAN EKONOMI KELUARGA, MARI KITA PIKIRKAN LAGI DENGAN CERMAT (RENUNGAN UNTUK BERALIH KE POPOK CUCI PAKAI)

Perbandingan Antara Cloth Diapers (Bisa Dicuci) Dan Diapers Sekali Pakai:

Pemakaian pospak dalam sehari kira kira 5 buah, maka dalam 1 bulan (30 hari), Diapers yang digunakan adalah 150. Dengan asumsi menggunakan Diapers harga menengah (Rp. 1500 per pc), maka pengeluaran untuk Diapers adalah Rp. 225.000 sebulan, setara dengan Rp. 2.700.000 dalam setahun, setara dengan Rp 5.400.000 dalam 2 tahun. Kalau ditambah krem ruam popok, hmm.. bisa lebih besar lagi. Apalagi anak di atas 2 tahun yang masih menggunakan Diapers, pengeluaran bisa lebih besar dari itu.

Coba bandingkan dengan popok kain. Dengan asumsi menggunakan produk yang Standar,kita anggap saja (Rp. 60.000), maka kita butuh sekitar 5 popok dalam sehari atau 10 popok dengan plus cadangannya, maka pengeluarannya adalah Rp. 600.000.

Pilih Rp. 600.000 atau 5.4 juta? Belum lagi kalau cloth diapers ini masih bisa diwariskan ke anak berikutnya. PILIHAN ADA DITANGAN ANDA!

POPOK DAN KESEHATAN

Yang menjadi pertimbangan utama bagi orangtua adalah menjaga agar kulit bayi tetap kering, sehat, bebas ruam popok. Banyak hal menjadi sebab ruam popok, misalnya basah yang terlalu lama, kurangnya sirkulasi udara, sabun, zat kimia, alergi zat warna, ammonia yang terbentuk karena interaksi bakteri pada pup bayi dengan urin.

Yang menjadi perhatian kesehatan terkait pospak adalah pewarna sodium polyacrylate (gel penyerap), dan dioksin, yang merupakan produk sampingan kertas (tisu) yang diputihkan. Pada masa lalu, Sodium polyacrylate sering dikaitkan dengan sindrom toxic shock, reaksi alergi, dan juga berbahaya karena ternyata bersifat letal terhadap binatang. Beberapa jenis pewarna dan dioksin menurut EPA (Environmental Protection Agency) diketahui dapat merusak sistem saraf pusat, ginjal, dan hati. (FDA) Food & Drug Administration menerima laporan bahwa aroma pada pospak dapat menyebabkan sakit kepala dan ruam. Ada beberapa laporan konsumen (di Amerika) yang terkait pospak, misalnya bau insektisida, bayi yang merobek robek pospaknya dan memasukkan potongan plastic ke dalam mulut dan hidung, tersedak karena perekat dan pelapis. Perekat plastic juga dapat melukai kulit jika salah pakai.

YUUK BUNDA,AYAH,TANTE,OM.....TUNGGU APALAGI?SELAMATKAN MASA DEPAN ANAK2 DAN KEPONAKAN KITA DENGAN BERALIH KE POPOK YANG AMAN DAN BEBAS ZAT KIMIA BERBAHAYA...JUGA SELAMATKAN BUMI KITA DARI LIMBAH POSPAK YANG SANGAT SULIT DIURAI OLEH TANAH...

Tips Mencuci dan Merawat Popok Anti Bocor Be Nice Kids dan clodi lainnya

Merawat popok kain modern dengan benar akan menjaga popok tetap terlihat baru dan tahan lama. Berikut adalah beberapa hal yang dapat merusak popok kain modern dan menyebabkannya tidak berfungsi dengan baik (bocor dll):

* Jangan menggunakan pemutih (bleach)Pemutih dapat tertinggal dalam serat kain popok dan menyebabkan iritasi pada Baby. Pemutih juga menyebabkan rusaknya serat kain dan memperpendek umur popok.
* Jangan menggunakan pelembut (softener). Pelembut akan melapisi popok seperti lapisan lilin dan menyebabkannya kurang menyerap, menyebabkan kebocoran!
* Jangan menggunakan sabun natural seperti sabun glycerine murni (pure glycerine soap). Sabun ini mungkin membersihkan serat kain popok, tapi terdapat lapisan minyak atau “soap scum” yang tertinggal dalam serat lapisan dalam popok. Ini membuat urin tidak dapat menembus lapisan dalam popok dan diserap insert, menyebabkan kebocoran.
* Jangan mencuci atau mengeringkannya dalam suhu tinggi! Ini akan merusak lapisan luar yang waterproof. Mohon diperhatikan untuk memperpanjang umur popok kain modern.
* Jangan menggunakan cream atau apapun jika menggunakan popok kain modern. Cream yang berminyak akan menempel pada lapisan dalam popok dan sulit untuk dibersihkan, juga melapisi serat. Jika ibu ingin memakaikan cream, gunakanlah liner untuk mencegah cream langsung menempel pada lapisan dalam popok.


Cara Pencucian dan Perawatan Popok Kain (clodi)

SEBELUM PEMAKAIAN PERTAMA KALI:
1. Cuci-kering 3x menggunakan deterjen untuk menghilangkan finishing bahan.
Cuci-kering : dicuci-dikeringkan-dijemur, dicuci-dikeringkan-dijemur, dicuci-dikeringkan-dijemur.
2. Boleh menggunakan mesin cuci, boleh menggunakan tangan
3. Pencucian awal agar dipisahkan dengan cucian lainnya,karena ada beberapa bahan yang luntur pada pencucian
pertama.

REGULAR TREATMENT
1. Takaran deterjen ½ dari yang dianjurkan produsen deterjen (kecuali deterjen tersebut memang ditujukan
untuk popok kain)
2. Boleh menggunakan air hangat (30 derajat celcius)
3. Tidak perlu disetrika karena tidak akan kusut. Penyetrikaan bisa merusak lapisan PUL dan menyebabkan popok menjadi cepat ‘mbladus'

CARA PENCUCIAN :
- Apabila menggunakan mesin cuci, disarankan tidak lebih dari 20 diapers dalam sekali pencucian, untuk menghindar kurang bersihnya popok kain. - Keluarkan insert dari pocketnya, dan lepaskan semua snaps/kancing agar popok tercuci dengan merata. Untuk popok kain dengan sistem velcro, pastikan velcronya sudah menempel pada laundry tab, tujuannya supaya tidak menempel pada popok kain lain.
- Gunakan deterjen dengan sedikit residu (deterjen khusus popok kain), tanpa pewangi, pelembut, pelicin, pemutih. Pemakaian pelembut, pelicin,, pewangi dan pemutih bisa meninggalkan residu berlebih pada kain yang akan mengurangi performa daya serap popok.
- Jika menggunakan deterjen biasa, gunakan hanya ¼ dari takaran biasa, atau jika menggunakan deterjen khusus bayi, gunakan hanya ½ takaran biasa saja.
- Usahakan untuk menjemur/ mengeringkan di bawah terik matahari secara langsung, karena terik matahari bisa membantu untuk menghilangkan noda.

*Tambahan*
Ada 2 cara penyimpanan Popok :Kain yg basah & kotor, yaitu dengan cara merendam/wet pail atau dengan cara cuci biasa (tidak direndam)/dry pail.

Wet Pail
Apabila popok kain kotor baik terkena noda pipis/pupya, kotorannya langsung dibuang, bisa menggunakan air mengalir/semprotan di toilet. Setelah kotoran dibersihkan,kemudian direndam ke dalam ember. Bisa ditambahkan baking soda sedikit sebagai pengganti pemutih, karena popok kain tidak boleh menggunakan pemutih pakaian. Baking soda cukup ampuh untuk mengangkat noda membandel, juga bisa menghilangkan bau tak sedap. Rendam popok kain (tanpa deterjen) sampai waktu/jadwal mencuci. Sebelum mencuci, buang air rendaman, peras, lalu cuci seperti biasa (bisa menggunakan mesin/tangan)

Dry Pail
Popok kain yg kotor, baik terkena pipis/pup, dibersihkan/dibuang kotorannya lalu simpan di ember/tempat khusus tertutup (tujuannya supaya baunya tidak menyebar , boleh ditabur sedikit baking soda, tujuannya sama yaitu untuk membantu menghilangkan noda dan bau tidak sedap.Tidak direndam air. Kemudian cuci sesuai jadwal mencuci.

PEMBALUT KAIN,BISA DICUCI,BERDAYA SERAP MELEBIHI PEMBALUT SEKALI PAKAI...ADA LHOO..

Mengapa saya harus beralih ke washable menspad/pembalut kain modern/ pembalut cuci ulang?

ZAT PEMICU KANKER PELAN SANGAT DEKAT DENGAN ANDA
Bahan kimia berbahaya termasuk dioksin di dalam pembalut Anda. Dioksin adalah zat karsinogen (pemicu kanker). Paparan dioksin dalam jumlah yang sangat sedikit sekalipun dapat dapat memicu kanker serviks dan kanker payudara, endometriosis dan sistem ketahanan tubuh.

SIRKULASI UDARA ITU PENTING!
Dalam pembalut sekali pakai, terdapat bahan plastik dan lem pelekat. Kedua bahan tersebut mengurangi sirkulasi udara di bagian intim wanita. Menciptakan lingkungan “stagnan” yang disukai bakteri, memicu iritasi dan infeksi jamur di vagina.

PENGELUARAN BULANAN ANDA
Faktanya, seorang wanita menghabiskan 11.000 – 13.000 pembalut sekali pakai seumur hidupnya. Untuk pemakaian jangka panjang, membeli menspad jauh lebih ekonomis dibanding membeli pembalut sekali pakai setiap bulan seumur periode Anda!

MENCUCI PEMBALUT KAIN ITU REPOT?
Kebanyakan wanita tidak ingin direpotkan mencuci pembalut kain. Padahal ibu kita mengajarkan untuk mencuci pembalut biasa sebelum dibuang, bukan? Dan Anda pasti tahu betapa menyebalkannya berurusan dengan gel, lem, dan kertas yang hancur terkena air itu.

SEBAB2 CLOTHDIAPERS (CLODI) CEPAT BOCOR

SEBAB2 Clodi BOCOR???

Clodi bocor karena Clodi itu tidak dpt menyerap basahan dari baby (dgn sempurna), dan ini bisa terjadi karena beberapa sebab :
  1. Pre-wash yg tidak cukup (3 kali) atau langsung tidak pre-wash (biasanya karena tak sabar ingin segera mencobakan Clodi untuk buah hati kita).
Pre-wash itu penting utk melatih Clodi kita menyerap kebasahan. Lagipun Clodi baru keluar dari pabrik (jadi bersihkan dari segala sisa pabrik karena mungkin ada bahan-bahan atau debu yang tersisa).
  1. Kapasitas Clodi sudah penuh. Ini adalah sebab utama Clodi bocor karena ia tidak dapat lagi menyerap dan menampung basahan dari baby. Clodi apapun akan bocor apabila sudah penuh!
Ini karena Clodi dipakai terlalu lama ataupun baby jenis super-duper heavy wetter (tiap jam pipis). Biasanya Clodi boleh dipakai 3-4 jam (bergantung pada keadaan) walaupun belum bocorpun, disarankan untuk mengganti Clodi tiap 4-5 jam sekali, agar kulit bayi tetap lembut, jadi Clodi perlu ditukar apabila tiba saatnya. Clodi yang paling mahal dan paling waterproof di pasaran pun akan bocor kalau dipakai lebih terlalu lama...
  1. Ukuran Clodi tidak sesuai atau tidak betul-betul fit dengan baby (longgar), juga karena tidak 'well-snug' (kurang dirapatkan) di bagian pangkal paha dan closure di bagian pinggang yg longgar. 
Kebocoran Clodi paling sering terjadi di bagian paha... so... pastikan bahwa setting ukuran yang dipakai sudah benar
  1. Tidak pernah/ sudah lama tidak melakukan stripwashing/striping. Sehingga banyak sisa detergen yang tertinggal di Clodi yang menyebabkan daya serap dan daya tampung pipisnya menurun
  2. Terdapat endapan sabun pada Clodi (pada insert terutamanya). Ini mungkin karena penggunaan sabun yg berlebihan atau Clodi tidak dibilas dgn bersih (masih ada sisa sabun), jadi endapan sabun itu akan menghalangi penyerapan yg maksimum. Oleh karena itu bilaslah sampai bersih, tidak ada bekas sabun 
  3. Sabun yang tidak sesuai, contohnya sabun yg terlalu berbusa/ berenzim/ berpelembut/ ada unsur minyak yg akan meninggalkan bekas/ endapan/ lapisan (built-in residue) pada Clodi dan insert.  
  4. Clodi juga mungkin bocor karena penggunaan nappy cream (krim untuk ruam) yg dioleskan pada anak. Ini karena pada krim itu mengandung unsur minyak dan akan terkena lapisan inner Clodi, lalu menjadikannya kurang baiknya penyerapan basahan/ kalis air. 
  5. lapisan PUL itu rusak/robek/ berlubang/ kecacatan semasa proses pembuatan yg menyebabkan Clodi tembus/bocor. Kalau disebabkan cacat selagi pembuatan (bisa minta ganti baru, kecuali kerusakan terjadi karena kesalahan Bunda). 
  6. Atau mungkin juga karena Clodi  sudah terlalu lama dan lapisan PULnya terkoyak/rusak dengan sendirinya. Oh ya, lapisan PUL juga akan rusak jika terkena air panas mendidih (so, hati-hati) 
MENGATASI Clodi BOCOR
  1. Lakukan pre-wash sebanyak 3 kali (semakin sering dibilas, semakin baik penyerapannya). Bagi insert bamboo dan hemp perlu lakukan pre-wash sehingga 7-8 kali baru dpt berfungsi dgn baik. 
  2. Pakai dgn size yg betul (jika one size, setkan size Clodi mengikut size baby). Clodi mesti betul2 fit dgn si kecil.  
  3. Clodi harus dipakaikan dgn pas. Harus 'ketat'kan pada baby (well-snug di bgn pangkal paha dan pinggang). Bila bisa masuk 1 jari (dgn mudah) dekat paha baby, artinya masih longgar ... Tapi jgn  pula sampai berbekas kekencangan Clodi tersebut pada paha baby..... 
  4. Tukar Clodi setelah 3-4 (maksimal 6) jam atau apabila perlu. Jangan tunggu sampai melimpah ruah baru di ganti.
  5. Gunakan sabun yg sesuai. Ingat, sabun yg tidak berenzim, tidak berpelembut, tidak berpeluntur dan tiada unsur minyak.  
  6. Bilas Clodi sampai bersih/ dgn air yg mencukupi (jika basuh tangan). 
  7. Lakukan stripwashing/striping sebulan sekali atau apabila Clodi mulai bocor/leaking.
  8. Jika menggunakan pocket Clodi, insert dimasukan hingga ke hujung (depan) dan betul2 flat/ tidak terlipat (terutamanya di bagian elastik di tengah Clodi).  
  9. Jangan sekali-kali gunakan pelembut kain (fabric softener) karena akan meninggalkan lapisan lain pada Clodi dan insert yg akan mengurangi daya serapannya...  
  10. Sekiranya Bunda ingin menggunakan nappy cream untuk si kecil, dianjurkan mengguna nappy liner. Ini karena krim tersebut bila terkena pada lapisan inner Clodi dan menjadikannya berkurangnya  penyerapan basahan.  
  11. Bunda juga boleh gunakan 2 insert ataupun insert jenis hemp dan bamboo jika bayi mmg jenis heavy wetter. Letakkan insert microfiber di bagian atas (karena cepat menyerap) dan insert hemp/ bamboo di bawah (karena dpt menyimpan byk basahan).
  12. Jika si kecil  mmg jenis heavy wetter, bunda juga boleh coba Clodi jenis fitted + diaper cover. Fitted Clodi mmg sesuai utk baby yg jenis heavy wetter. (bila mmg tak cocok dgn pocket diapers).
  
STRIPWASHING/STRIPING 
  • Cuci clodi menggunakan air bersih sebanyak mungkin tanpa detergen untuk menghilangkan sisa2 detergen yg menumpuk di cover maupun insertnya...lakukan sampai benar2 tdk ada sisa2 detergen lagi/air sudah tidak keruh lagi.
  • Clodi boleh di masukkan ke dalam mesin cuci dan tuangkan cuka. HANYA cuka. tidak perlu bahan pembersih yang lain. Bagi yang ingin melakukan basuhan tangan, gunakan cuka yang dilarutkan dalam air suam.
Happy Clothdiapering moms............. :-)